ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ ﴿٣٢﴾
Artinya :
Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang
yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang
menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di
antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.
Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.
Isi Kandungan :
Allah swt mewariskan kitab ( Al Quran )
kepada hamba hambanya yang terpilih untuk diamalkan dan dikerjakan apa yang
diperintahkan dan dilarang dalam kitab tersebut. Dalam kenyataanya manusia
memiliki berbagai ragam bentuk aktifitas untuk menerima dan mewarisi kitab yang
telah Allah wariskan. Ada diantara mereka menanggapi kitab Allah dengan sungguh
sungguh dan mengerjakanya dengan amal amal perbuatan baik karena mendapatkan
ridho dan izin Allah, adapula yang menerima dengan seenaknya tanpa mau
mengerjakan apalagi mentaati isi dan ajaran kitab Allah tersebut sehingga apa
yang dilakukanya sesungguhnya seperti menganiaya diri sendiri. Karena manusia
yang tidak mau beramal baik sesuai dengan kitab Allah sesungguhnya amal
perbuatan itu akan kembali pada dirinya sendiri. Dan yang lebih banyak manusia
itu ada di pertengahan yang terkadang taat namun dilain waktu manusia itu
melanggar.
Kitab Allah ( Al-Quran ) merupakan satu
pedoman hidup manusia baik untuk kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan hidup
di akhirat. Agar manusia mampu meraih kedua hal tersebut maka manusia dituntut
untuk mampu memahami, membaca, dan mengamalkan apa yang terkandung dalam kitab
Allah tersebut. Orang Islam mempunyai kewajiban untuk mampu dan dapat membaca
Al-quran dengan baik dan benar, memahami arti dan maknanya, serta mengamalkan
apa yang ada didalamnya.
Sayid Sabiq dalam kitabnya telah membagi
akhlak manusia kedalam tiga tingkatan :
1.Nafsu Amarah, ialah nafsu manusia yang
tingkatanya paling rendah dan sangat hina karena senantiasa mengutamakan
desakan dan bisikan hawa nafsu yang merupakan godaan syaitan.
2.Nafsu Lawwammah, ialah nafsu yang
senantiasa menjaga amal manusia untuk berbuat salih dan berhati hati serta
instropeksi terhadap kesalahan kesalahan apabila terperosok kedalam
kemungkaran.
3Nafsu Muthmainah, ialah akhlak manusia
yang paling tinggi derajatnya karena memiliki ruhani dan jiwa yang tenang,
suci, dalam keadaan selalu melakukan kebaikan kebaikan dan beramal shalih. (1)
Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada nabi
Muhammad.Al Qur’an merupakan mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad . Nabi
Muhammad dan umatnya terpilih untuk menerima Al Qur’an . Dari sekian banyak
umat para rasul terdahulu, nabi Muhammad dan umatnya yang terpilih.Yang di
maksud umat nabi Muhammad adalah umat sejak Nabi Muhammad diutus hingga hari
akhir.Dalam menerima Al Qur’an yang merupakan firman Nya , umat Nabi Muhammad
terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Zalimun linafsihi ( mereka yang
mendzalimi diri sendiri )
Golongan pertama (zalimun linafshihi)
adalah orang-orang yang lebih banyakBerbuat kesalahan daripada kebaikannya .
mereka lebih sering melakukan perbuatan buruk daripada perbuatan baik . Mereka
lebih sering meninggalkan perintah Allah daripada menjalankan perintah Nya.
Orang yang termasuk golongan ini menolak Al Qur’an dan memilih jalan hidup yang
lain. Mereka tidak mau menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani
kehidupan.2. Muqtasid ( mereka yang pertengahan )
Golongan kedua (muqtasid) adalah terdiri
atas orang-orang yang kebaikannya sama dengan keburukan yang di lakukannya.
Orang-orang yang termasuk golongan ini menjalankan perintah Allah tetapi juga
menjalankan laranganNya.Mereka mau menerima Al Qur’an dan menjadikannya sebagai
pedoman hidup, tetapi mereka masih banyak melakukan kesalahan.3. Sabiqun
bilkhairat ( mereka yang lebih dahulu berbuat kebaikan )
Golongan ketiga (sabiqun bilkhairat)
terdiri atas orang-orang yang kebaikannya sangat banyak dan sangat jarang
berbuat kesalahan. Mereka yang termasuk golongan ini adalah orang-orang yang
selalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Nya. Mereka
menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidup. Mereka tidak pernah mengerjakan apa
yang di larang oleh Al Qur’an.Orang-orang yang masuk golongan ini selalu
menjalankan perintah-perintah yang hukumnya wajib dan sunnah. Mereka menin
ggalkan segala sesuatu yang haram hukumnya dan menghindari yang subhat.Allah
SWT telah menyediakan surga dengan segala kenikmatannya bagi golongan ini.
Orang-orang yang termasuk golongan ketiga
ini merupakan golongan yang mendapat karunia yang terbesar,selain itu juga
mereka termasuk orang-orang yang beruntung karena menjadikan Al Qur’an sebagai
pedoman hidup dan menjalankan apa yang di perintahkannya.Mereka melakukan
perbuatannya dengan ikhlas karena Allah.Kelak Allah akan membalas segala
perbuatannya. (2)
Orang-orang yang mampu mengatasi masalah
dengan baik hanyalah orang yang bersandar pada kitab (hukum, ketentuan, atau
ilmu pengetahuan) dari Allah SWT.
Islam agar kita berusaha keras dalam
menuntut ilmu pengetahuan dan hal itu sekaligus menjadi kita selama hidup.
Menuntut ilmu pengetahuan harus di sertai pula dengan keimanan yang kuat agar
mencapai derajat yang tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah menempatkan orang-orang yang beriman,
berilmu dan beramal shaleh sesuai dengan ilmunya padaderajat yang paling
tinggi. Allah SWT Pasti meninggikan derajat orang-orang yang dalam dirinya yang
dalam dirinya terdapat tiga hal, yaitu kaimanan, ilmu pengetahuan, dan amal
shaleh.
Sebelum kehadiran islam, peluang menimba
umum bukanlah sesuatu yang umum. Tidak semua orang diberikan hak untuk menuntut
ilmu, kecuali merupakan monopoli kelompok-kelompok tertentu, seperti kalangan
pemerintah, aristocrat, keluarga-keluarga ternama, dan keluarga-keluarga
kerajaan.
Seseorang akan dapat mencapai kebahagiaan
hidup di dunia dan akhirat apabila menguasai ilmunya. Landasan kehidupan yang
paling utama adalah iman dan pengiringnya adalah Ilmu. Iman yang tak di sertai
Ilmu dapat membawa perilaku seseorang kepada hal-hal yang menyimpang dari
aturan Illahi.Contohnya, Ilmu Manusia tentang tenaga atom. Alangkah bergunanya
Ilmu itu apabila disertai Iman yang sempurna karena hasilnya akan membawa manfaat
yang besar bagi seluruh manusia. Dan apabila tidak di iringi oleh iman, ilmu
tersebut dapat dipergunakan untuk memusnahkan manusia karena jiwanya tidak
dikontrol oleh iman.
Intinya isi kandungan surat Fatir ayat 32
adalah upaya-upaya memahami hal-hal sbb.
a) kitab al-Qur’an merupakan pedoman dan
petunjuk bagi orang-orang yang
bertakwa
b) ada sebahagian orang yang tidak mau
memiliki kemampuan untuk membaca, memahami dan melaksanakan isi kandungan
al-Qur’an sehingga mereka termasuk orang yang menganiaya pada diri mereka
sendiri.
c) bagi orang yang banyak berbuat
kebajikan, maka ia akan dimasukkan ke Sorga Adn yaitu sorga yang penuh dengan
kenikmatan
C. penerapan sikap dan prilaku
1. membuat target dalam sehari untuk
melakukan kebaikan sebanyak mungkin
2. menghindari dikap ceroboh atau melakukan
kasalahan yang sama berulangkali.
3. menyerahkan hasil akhir penilaian itu
hanya kepada Allah SWT.
4. bercermin dari kemajuan atau prestasi
orang lain.
5. mencari sisi positif dari tokoh atau
sosok yang berprestasi positif untuk di teladani.
6. suka melakukan introspeksi diri dan
tidak jemu belajar memperbaiki diri.
7. berkerja semaksimal mungkin demi
mendapatkan manfaat bersama.
8. bersaing secara sehat dalam hal-hal yang
sifatnya baik atau positif.
9. yakin bahwa Allah tidak melewatkan
penilaian amal kebaikan kita sedikitpun.
10. rajin belajar dan bertanya apabial
mendapat kesulitan atau belum memahami.
11. menghormati dan menghargai orang yang
banyak memiliki ilmu pengetahuan.
12. tidak memandang kemuliaan orang lain
dari sisi banyaknya harta yang dimiliki.
13. melaksanakan perintah Allah dan
menjauhi larangan-Nya di segala kesempatan.
14. menaati perintah Rasulullah SAW. dan
menjauhi apa yang dilarangnya.
15. Rajin menuntut ilmu dan mengajarkan
ilmu yang telah di peroleh.
16. senantiasa berdo’a kepada Allah agar
diberi kemudahan dalam menuntut ilmu.
17. menghormati orang tua dan guru maupun
para ulama (orang yang berilmu) (3)
Nilai amal shaeh sangat erat kaitannya
dengan iman. Amal yang tidak idasari dengan iman (bukan karena Allah) tidak
dapat memberikan pahala kpada kita walaupun sebesar langit dan bumi sehingga
amalan yang ita lakukan tidak akan mendapat nilai di sisi Allah. Al Qur’an
dalam hal ini antara lin menyatakan sebagai berikut.
orang yang mati dalam kekafiran (tidak
bertobat) tidak akan diterima amalannya
orang-orang yang musyrik akan dihapus
amalannya
amal perbuatan orang kafir akan sia-sia
orang kafir akan ditimpakan siksa di dunia
dan di akhirat
orang kafir dan musyrik akan dimasukkan ke
dalam neraka
orang yang tidak beriman kepada akhirat
hanya mendapatkan kehidupan di dunia saja. (4)
Surat ini adalah surat ke 35 dalam Al
Qur’an yang berisikan 45 ayat. Tergolong surat makiyah maka isi ayat ini lebih
kepada menerangkan tentang tingkatan-tingkatan seorang muslim dalam mengamalkan
kitab (Al Qur’an). Di ayat ini disebutkan tiga golongan yang menerima kitab.
Nilai amal shlaeh sangat erat kaitannya
dengan iman. Amal yang tidak idasari dengan iman (bukan karena Allah) tidak
dapat memberikan pahala kpada kita walaupun sebesar langit dan bumi sehingga
amalan yang ita lakukan tidak akan mendapat nilai di sisi Allah. Al Qur’an
dalam hal ini antara lin menyatakan sebagai berikut.
· orang yang mati dalam kekafiran (tidak
bertobat) tidak akan diterima amalannya
· orang-orang yang musyrik akan dihapus
amalannya amal perbuatan orang kafir akan sia-sia
· orang kafir akan ditimpakan siksa di
dunia dan di akhirat
· orang kafir dan musyrik akan dimasukkan
ke dalam neraka
· orang yang tidak beriman kepada akhirat
hanya mendapatkan kehidupan di dunia saja. (5)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komen yg baik